OPINI: Mahasiswa Itu Kuliah, Bukan Plesir, memang begitu kenyataannya!

Dear Mas Farchan Noor Rachman yang bijak, 

Perkenalkan, nama saya Tyas, saya adalah salah satu mahasiswa penerima beasiswa yang disinggung sama artikel si mas Farchan ini yang saat ini sedang menjalani tahun kedua saya, artinya, saya sedang sibuk menyelesaikan thesis saya supaya tepat waktu dan ga dinyinyirin sama makhluk-makhluk yang kurang pelesir semacam mas ini hehe.

Artikel beliau yang terhormat bisa dilihat disini

Sebagai langkah awal, mungkin Mas Farchan perlu membaca tulisan saya tahun lalu tentang bagaimana susahnya kuliah di luar negeri. Artikel ini sempat happening lohhh masss! Sayang, Mas Farchan ini kayanya kelewat ga ngebaca tulisan saya tahun lalu. Sok mangga di baca dulu disini.

Kali ini, saya rasa, saya perlu mengklarifikasi beberapa poin yang mas Farchan tulis, karena ga baik menyetir opini publik kearah fitnah atau bahasa sekarangnya: menyebar HOAX. Karena, tuduhan yang mas Farchan arahkan ke kami itu disertai bukti kosong… alias NIHIL.

1.      Kami, penerima mahasiswa tidak playing victim

Gini ya mas, mas punya kenalan penerima beasiswa dan kuliah di luar negeri berapa orang sih ? 100 orang? Sudah pernah ngobrol dengan semua kenalan mas? Saya rasa Mas cuma liat foto jalan-jalan anak2 penerima beasiswa ini lewat social media, ya kan ya kan? Ngaku deh! Memang betul, pelesir bukan satu-satunya obat dari penderitaan kami. Tapi, pelesir bisa menjadi pilihan untuk menghilangkan penat kami selama kami belajar di luar negeri. Terus Mas bandingkan kami dengan TKI yang hampir setiap hari Mas Farchan dengar berita kenestapaannya. Juga dengan pegawai pajak yang bekerja sampai larut malam.

“Ada pembayar pajak yang tulus dan ikhlas membayar pajak dan berharap negara ini menjadi lebih baik? Ada pegawai pajak yang bekerja sampai larut malam demi tercapainya penerimaan negara yang sebagian uangnya dipakai untuk Anda-Anda kuliah? Opo yo tumon kalau situ malah pelesir-pelesir? Mbok ya empati sedikit” – Farchan Noor Rachman 

Lah memang Mas Farchan dan teman-teman lain ini mau mendengarkan 1000 orang penerima beasiswa (atau bahkan lebih) mengeluh setiap hari di wall facebook Kalian? Di feed instagram Kalian? memangnya kalian mau tau berapa jam yang kami habiskan setiap hari untuk belajar demi menghindari anggapan picik dari orang-orang yang kurang pelesir ini?

Kami juga malas sekali mengeluh di sosial media. Memangnya kalau kami punya masalah, Kamu bisa bantu apa? Paling juga ada yang nyinyir: “Penerima beasiswa tukang mengeluh”. Nanti pasti orang-orang kaya picik yang punya opini:  “Ah kurang bersyukur banget sih! udah dibiayain negara, tiap hari ngeluh begadang dan belajar sampai malam, itu kan udah kewajiban penerima beasiswa atau mahasiswa!”  serba salah kan? Lagipula nih ya, upload foto lagi belajar ga ada bagus-bagusnya mas! beneran deh! Mendingan upload foto dengan latar belakang glacier di Iceland. Sedap di pandang mata!

Oh ya, banyak juga loh diantara kami yang menempuh pendidikan lanjutan ini sedih meninggalkan keluarga dan tanah air. Ga Cuma TKI aja yang merasakan kesedihan itu Mas! kami pun juga. Kami rindu dengan orang tua kami. Beberapa dari kami bahkan tidak bisa bertemu dengan orang tua kami untuk terakhir kali-nya dikarenakan jarak dan waktu perjalanan yang jauh. Ayah Saya meninggal bulan lalu karena serangan jantung. Dengan Saya kuliah di Belanda, Saya tidak bisa melihat muka Ayah Saya untuk terakhir kalinya. Ikut penguburannya aja gak bisa. Lalu, Mas bilang Mahasiswa ini perlu empati dengan pegawai Pajak, Mas Farchan sendiri sudah empati belum sama para mahasiswa rantau ini? Pernah ga, Mas mikir, kalau kami, mahasiswa, si penerima beasiswa ini juga manusia biasa yang punya keluarga di Indonesia? Saya bukan play victim atau minta di kasihani dengan kondisi saya. Ini hanya sebuah contoh dari 1000 orang lebih penerima beasiswa yang hidup jauh dari orang tua mereka.

2.      Kerjaan para mahasiswa dan penerima beasiswa ini harusnya CUMA BOLEH belajar

IYA BETUL. Nah sekedar info ya mas. Tahun akademik di Belanda itu mulai dari Bulan September dan berakhir di bulan Agustus tahun berikutnya. So, satu tahun akademik itu ada 12 bulan, sebagaimana wajarnya tahun ajaran akademik di Indonesia. Kalau Mas bilang kita, para penerima beasiswa kerjaannya PELESIR mulu, harusnya lebih dari 50% waktu yang kami punya, kami gunakan untuk PELESIR dong, ya ga ? kalau kurang dari 50%, berarti statement di tulisan Mas patut sya pertanyakan. Sekarang Saya tanya, memang Mas Farchan sudah pernah tanya dengan penerima beasiswa secara langsung: Dalam setahun, berapa lama sih waktu yang Kamu gunakan untuk PELESIR?

Oh belum nanya? Oke deh, Saya aja yang kasih contoh. Dalam satu tahun ke belakang, Saya cuma pergi ke Iceland selama 2 minggu, yaitu akhir Agustus 2016. Ok, Saya sempat pulang ke Indonesia selama 5 minggu, tapi bukan untuk PELESIR Kamuh mas, kebetulan riset Saya tentang energi terbarukan di Pulau Sumba. Kan Ms Farchan yang bilang, kita sebagai mahasiswa, penerima beasiswa dari negara, harus GIVING BACK KE NEGARA DAN BANGSA”.

Sekarang mari berhitung. Dalam satu tahun ada 52 minggu. Saya pergi PELESIR Cuma 2 minggu dalam setahun, itu artinya CUMA 3.8% waktu Saya yang Saya gunakan untuk PELESIR. Sisanya ? YA BELAJAR LAH, YA NESIS LAH.

OK, terus Mas bisa bilang:

AH kan itu Kamu, mahasiswa lain banyak yang liburan kok”

OK mari kita hitung kasar jumlah libur di Belanda ya!

  • 2 minggu christmas break
  • 1 minggu spring break
  • 8 minggu summer break

 Total: 11 minggu

Sekarang kalau misalnya si mahasiswa ini menggunakan semua waktu libur di Belanda untuk berlibur, berarti waktu yang dia gunakan untuk PELESIR : CUMA 21%. HAH itu juga kalau dia ga kena re-sit (Ujian ulang karena gak lulus mata kuliah) dan punya duit banyak banget!

Saya sendiri merasa ga mungkin buat PELESIR di hari libur kuliah itu secara penuh karena ada beberapa alasan:

  • Christmas break itu kalau di Belanda itu bullshit, soalnya kenapa? Di beberapa universitas, contohnya universitas Saya, setelah liburan natal, kami langsung menghadapi minggu ujian selama 2 minggu. So, libur natal kalau ga diisi sama deadline tugas, ya belajar buat ujian
  • Spring break itu juga bullshit, kenapa? Soalnya spring break ini juga ga bisa Kamu nikmatin kalau Kamu harus ambil ujian ulang
  • Satu-satunya libur yang bisa paling bisa dinikmatin cuma Summer break, ITU PUN KALAU KAMU GAK NESIS KAYA SAYA YAH! hehehe Mau liburan musim panas 8 minggu (bulan Juli-Agustus), kalau Kamu lagi ngejar deadline thesis ya Kamu mau ngomong apa ?

Ok, sekarang kalau kuliah di belanda selama 2 tahun, coba Kamu hitung proporsi waktu liburan dibanding dengan waktu yang harus kami gunakan untuk belajar. You do the math on your own yah mas!

3.      “TKI boleh pelesir karena pakai uang sendiri, sementara penerima beasiswa atau mahasiswa GAK BOLEH PELESIR karena dibiayain negara”

Saya rasa ada yang hilang dengan logika Mas Farchan dengan menulis statement seperti itu. Statement Kamu itu menyatakan: Mahasiswa ga boleh liburan soalnya tugasnya ya belajar, apalagi dibiayain negara

Dengan logika yang sama, Saya bisa bilang dong kalau PNS juga gak boleh ambil cuti, kan PNS kerjanya melayani masyarakat, digaji pakai duit rakyat juga kan? Guru /dosen juga gak boleh dongg berlibur, kan tugasnya ngajar, sebagai PNS, guru atau dosen kan juga dibayarin negara? Bener ga? Hehe

Kamu kira kita dapat beasiswa dari mana? Langit? Kita bisa kuliah diluar negeri, keterima kampus di Eropa, Amerika dll, sampai dapat beasiswa dari negara itu karena usaha sendiri kok. Pakai otak sendiri. Saya belum pernah nemu sih, seorang penerima beasiswa yang dapat beasiswa dari negara melalui jalan pesugihan, wangist, apalagi nyogok. hahaha

4.     “Penerima beasiswa menerima uang dari negara dengan cara yang mudah” – Farchan Noor Rachman

Gini ya mas, sudah pernah mendaftarkan diri ke salah satu kampus di luar negeri ? eropa atau amerika gitu misalnya? Udah pernah liat belum syarat masuk universitas-universitas di Eropa dan Amerika? Ada GMAT, GRE, TOEFL, IELTS. untuk mengikuti tes itu, kira-kira siapa ya yang bayar? Kita bayar sendiri keleusss….. tau gak, sekali tes harganya berapa? udah pernah cek ? let’s say 1 kali tes itu harganya sekitar USD 150-200. Kalau Saya perlu ambil IELTS doang sih, Saya cuma butuh satu tes. Lah kalau kampusnya minta IELTS dan GMAT? berarti Saya harus keluar uang sendiri sekitar kurang lebih USD 400 dong! Itu juga kalau sekali tes langsung Kamu lulus nilainya bagus, sesuai dengan persyaratan kampus. Kalau gak?  ya ngulang lah! Bayar lagi lah! Terus Kamu kira kami dapat nilai IELTS/TOEFL/GMAT/GRE itu bagus darimana? WANGSIT? Ya gak lah! Kami menginvestasikan waktu kami untuk belajar tes-tes itu supaya kami bisa diterima di kampus impian kami.

Coba deh mas daftar satu aja kampus di Belanda, TU DELFT misalnya, biar apple to apple sama Saya deh. Coba liat syarat yang diperlukan untuk masuk ke kampus itu, coba penuhin IELTSnya. Ohya, itu masih gampang. Kalau Mas mau apply ke amerika, Mas butuh nilai GMAT atau GRE lohh mas! Tau gak GMAT sama GRE itu kaya apa? kalau belum coba ambil tesnya iseng-iseng terus liat nilai mas berapa, cukup ga buat daftar kampus di Amerika atau business school di Eropa/Inggris.

Itu masih usaha untuk bisa mendapatkan kampus impian loh mas, belum dapat beasiswanya. Saya sendiri pernah gagal sekali untuk mendapatkan beasiswa baik dari Indonesia maupun Belanda. Sudah pernah coba daftar belum? Kalau gamau daftar coba liat syarat-syaratnya aja deh. Liat-liat aja iseng kalau nganggur gitu….

Terus, Kamu yang kurang PELESIR ini bilang kalau kami penerima beasiswa dapet uang beasiswa dengan cara YANG MUDAH ?

5.      Penerima beasiswa ga Cuma duduk nunggu transferan

Mas, jujur deh, sebetulny punya gak sih temen atau kenalan gitu yang dapat beasiswa negara yang mas singgung-singgung itu? kami, penerima beasiswa ini ga cuma duduk nungguin transferan loh. Kami harus masuk ke portal beasiswa ini untuk menyerahkan progres akademik kita selama tiga bulan ke belakang. Pihak pemberi beasiswa juga mengecek loh mas, ga diem aja. Ada kasus, mahasiswa yang IPKnya kurang dari persyaratan pemberi beasiswa menerima email dari si pemberi beasiswa.

Terus, mas pikir biar dapat IPK yang bagus itu, kami para penerima beasiswa ini Cuma perlu duduk doang gitu? Ya ngga dong, kami perlu belajar. Lagi-lagi pressure dari pemberi beasiswa ini untuk lulus tepat waktu ini tinggi mas.

Kenapa? Soalnya kalau melebih batas waktu yang ditentukan oleh pemberi beasiswa ini, kami harus membayar biaya perkuliahan kami sendiri. Tau ga mas berapa? Kalau di kampus saya, saya harus membayar sekitar EUR 1300 setiap bulan. Ya, kalau kebetulan si penerima beasiswa ini mampu ya enak dia bisa bayar sendiri, kalau gak? gak ada pilihan lain selain lulus tepat waktu mas.

Lalu, Mas Farchan masih bisa bilang kalau kami cuma duduk nunggu transferan?

6.      Living allownce itu hak para penerima beasiswa seperti halnya gaji PNS adalah hak para pegawai

OK, jadi gini mas. Jujur yah mas, para penerima beasiswa ini, alhamdulillah untuk di Belanda, kami mendapatkan living allowance sebanyak EUR 1200 setiap bulan. WAAHH… GEDE YA? IDR 18 juta loh setiap bulan! Lebih gede dari gaji PNS di Indonesia.

Eits, gausah iri gitu lah. Jangan lupa juga fakta kalau biaya hidup di Eropa, apalagi di Belanda ini juga jauuuuhhh lebih mahal dari Indonesia. At the end of the day, si pemberi beasiswa ini Saya rasa sudah cukup adil dan bijak dalam menghitung berapa liliving allowance yang dapat diberikan kepada si penerima beasiswa.

Nah, walaupun living allowance ini dari uang negara, living allowance yang sudah diberikan kepada si penerima beaisiswa ini, sudah menjadi hak kami untuk secara bijak kami atur untuk mendukung kehidupan kami selama masa perkuliahan. living allowance ini biasanya kami gunakan untuk membayar sewa rumah yang bisa mencapai EUR 650 setiap bulan, lalu makan (kalau masak bisa EUR 100-200 setiap bulan), transportasi, pulsa telepon dan lain-lain sebagaimana mas Farchan, atau PNS lain menggunakan gaji mereka setiap bulan untuk menyokong kehidupan mereka di Indonesia.

Nahhh….. kalau ada sisa? Ya itu juga jadi hak si penerima beasiswa untuk ditabung dan digunakan untuk keperluan lainnya. Ada yang beli game karena orang-orang ini bisa menghilangkan penatnya dengan main game. Ada yang jalan-jalan keliling eropa. Ada juga yang mengirim kembali uangnya ke Indonesia untuk berinvestasi di Indonesia atau bahkan membiayai keluarga yang ditinggalkan di Indonesia.  Apakah salah? Ya nggak dong, kan living allowance ini sisa bukan tanpa sebab. Saya, bisa jalan-jalan, itu karena Saya menabung dan DENGAN SENGAJA menyisakan living allowance Saya untuk biaya melepas penat, dalam case Saya adalah dengan jalan-jalan. Gimana caranya Saya menabung ?

  • Saya jarang banget makan diluar. Setiap hari Saya masak. Beda sama yang di Indonesia, biaya makan keluar bisa murah banget
  • Saya jarang banget ke bioskop mas. Karena, sekali nonton bioskop bisa EUR 7,5. Jadi Saya gatau tuh film wonderwomen, spiderman homecoming, dunkirk dll – yang katanya bagus banget – itu kaya apa (kasian ya gue)
  • Saya makan nasi itu namanya BROKEN RICE, harganya EUR 0.70. Biar mas Farchan tau nih, broken rice itu kualitas beras PALING JELEK di Belanda. Ga ada tuh cerita Saya makan NASI PULEN / NASI PANDAN kaya Mas Farchan dan orang-orang lain di Indonesia. Karena nasi pandan harganya bisa mencapai EUR 3 /kg.
  • Saya jaraaaang banget pergi selama weekend. Kebanyakan weekend Saya, Saya habiskan di rumah saja. Atau ke taman dekat rumah untuk sekedar refreshing melepas penat dan demi punya uang untuk jalan-jalan ke tempat yang Saya inginkan

At the end of the day, kami, mahasiswa si penerima beasiswa ini manusia juga. Kami juga penat dan stres menghadapi masa-masa perkuliahan kami. Dan masing-masing orang mempunyai cara yang berbeda untuk menghilangkan stresnya, yang penting jangan sampai bunuh diri. Betul ga?

Ada yang main game, ada yang jalan-jalan, ada yang makan-makan. Ya banyak cara, sebagaimana mas Farchan, dan orang-orang normal lainnya, punya caraya masing-masing untuk menghilangkan penat. Saya tau, Saya sekolah pakai uang negara, dan selalu isu ini yang Saya liat dari kebanyakan orang: “Dibiayain pakai uang negara malah jalan-jalan”

Saran saya nih ya, kalau Kamu punya pemikiran sepicik itu. Coba deh kamu daftar sekolah keluar negeri, daftar beasiswanya, terus ngaca. Masih bisa ngomong kaya gitu lagi apa gak?

Saya rasa, kurang bijak rasanya menilai para penerima beasiswa ini dari hanya foto-foto travelling a.k.a PELESIR mereka dan saat mereka tertawa. Tanya juga dong, giman susahnya dapat nilai 6 atau sekedar lolos satu mata kuliah dalam satu kali ujian.

Tapi kalau Mas Farchan dan teman-teman yang lain berpendapat demikian, ya silahkan, itu hak Anda,

Kalo saya sih…. seperti kata Netizen zaman sekarang: “wkwk” in aja lah.

Nih Bonus, foto saya lagi di PELESIR di Iceland hahahaha

mvi_4183-361

Sekian.

 

 

 

 

 

 

ROAD TRIP AROUND ICELAND 9D8N: Budget and Itinerary

trip

A post long overdue!! I usually write at least a week after I travelled somewhere. But due to so many excuses, this post has been delayed for months!

Before I start to share our itinerary during our late-summer trip in Iceland. It’s better to check THIS website to make your own itinerary. I found that this website is very useful for my trip, and I hope it would be very useful for you too!

We started our roadtrip around Iceland from Reykjavik as most of the travellers do as well. Then, we dived in Silfra (Thingvellir national park) and followed by whale watching. If you are not into diving or whale watching, then you can just skip it to #Day 3. Basically, we started from the North and then went back to Reyjavik from the South.

So, let’s get down into the detail directly, shall we?

#Day 1: Explore Reykjavik

We arrived at Reyjavik around 3 pm and directly went to our car rental. We picked our rental based on the cheapest available car on the date we travel via Easy car website

After we got our car and went into our hostel, we explored Reykjavik city. Reykjavik is a pretty and small city which is very easy to explore. I personally think, you won’t get lost in here. First, you can go to Hallgrimur church. Just park your car nearby the church (because it’s free of charge!!). This church is beautifully designed which I believed is inspired by geological pattern which can be seen on most areas in Iceland (such as Black sand beach), but, to me, it looks like a space ship as well. It is very futuristic and well-designed. There is no entrance fee (which is good) except if you want to go to the church tower.

From this church, you can just walk down to the street in front of it. There are lots of bars and restaurants which sell typical Icelandic food. We did not eat there cause it’s bloody hell expensive! But there is a very nice Thailand restaurant with affordable price on that street too! Haha.

_dsc6956

If it’s not too late, you can go the geothermal beach. It is a beach with a geothermal pool on it. Too bad it was closed once we got there (It was 9 pm).

#Day 2: Diving at Silfra and Whale watching

There are lots of tours that Iceland’s tour operator can offer. From puffin tour, bike tour, whale watching tour, diving trip, etc. You can choose based on your budget. We chose to have diving and whale watching trips. We booked our trip through a dive operator which can be found in HERE. It was such an amazing experience! Diving in the middle of North American and Eurasian plate was one of our top bucket lists in the last 2 years. We used a dry suit to dive in Silfra due to a very low temperature (it was 0 Celsius in the summer). If you don’t have a dry suit license, it’s OK. But at least, an open water license is required for this trip. What if you are not a diver but you still want to explore Silfra? There is a snorkelling trip too which doesn’t require any license!

If you are in budget, then you can just skip whatever tours they offered! Trust me, Icelandic natures and landscapes have a lot to offer to you FOR FREE!!

#Day 3: The golden circle

The golden circle is the most well-known, or I would say, the most touristic attraction in Iceland. But, don’t worry, you will still have plenty of spaces for yourself! It’s Iceland where the number of tourists and sheep are higher than the local people.

Thingvellir national park

We departed from Reykjavik in the morning (around 8 am) to Thingvellir national park. In this park, there are lots of things to be explored. This is the place where Icelandic parliament held their first meeting. You can also see the crystal clear water of Silfra from above.

The Golden Falls

From the national park, you can go directly to the golden falls. Along the way, you might spot some horse farms. Park your car safely and don’t forget to take a picture with a pretty Icelandic horse!

The Geyser

The golden circle will include geyser along the way. Watch your step as you might step on one of those hot springs. In front of the geyser there is a souvenir shop. For those who want to buy some typical Icelandic souvenir, I personally think, this place is the best place to buy a souvenir around Iceland.

We stayed at Hella for a night, but this is not the best option! We chose this hostel simply it has a very nice room and hot tub outside the house. It is also located in a very quiet and nice farm area.

#Day 4 Going up to the North: Seal Centre

Usually, people will start their road trip from the South going up to the North. But we tried it differently due to some circumstances (we schedule it to be matched with the best time to see the seal haha!). So, from the golden circle, we go straight up to the North to the city of Seal, which is Hvammstangi.

As we arrived in this city, we went directly to the seal centre to seek information about seal viewing. Turns out, we needed to go around the road to find the seal. It took us about 2 hours to complete the road (and to go back to the main road number 1). We finally found lots of seals chilling out by the beach in one of the viewing spots. We spent about 1 hour or maybe more just to have a close interaction with the seals (neglecting the strong and freezing wind from the north). But, it was totally worth the effort!! BECAUSE THEY’RE SUPER CUTE! They are not easily distracted by the people nearby, they are even curious about us. Such a warm and welcoming creature, indeed.

img_9632

Along the way, you can stop by Hvitsekur and see the northern part of Iceland. We stopped at Akureyri city for a night. We planned to camp at Akureyri, but it was raining a lot and we decided to just sleep in the car (which is not bad after all).

#Day 5 The North: The land of FIRE

If you do have time 9and money of course), I will strongly recommend you to go to the Northern Iceland. Well, the best time to travel to the North might not in the winter except you are an experienced driver on the snow.

Northern iceland characterized with its unique landscapes. It’s totally different from the one in the South. I might say, It is very different to “ordinary earth” view.

Godafoss

From Akureyri, you can stopped by Godafoss (the waterfall of God. It is located in the main route number 1. So it is very easily to access.

 Myvatn and around

Myvatn is another national park in Iceland. Just like Thingvellir, there are lots of things to see and visit in this national park. If you are coming from Akureyri, just like us, do not follow route number 1 once you arrived in Myvatn. Take the road around the Myvatn Lake and don’t forget to stop by the lake to admire its beauty. The view is much more beautiful from this side of the road.

In Myvatn you can stopped by on the – I would say – a volcano park? Well, this place has no name, but if you have time, you can go for a hike around this park. It has unusually shaped rock formation in the lava field. We did some small hiking around but only in the outside of the park (too bad that we have time to catch).

Along the way, you can go hiking in the Hverfjall. It is a volcano ring with a diameter of 1 km. For us, it was like we were landed on the moon. Everything was black and sandy. Once you got there, you need to go up for about 20-30 minutes hiking (really depends on your speed) to see the crater as well as the upper view of the Myvatn national park.

DCIM100GOPRO

Hverjall

There is also a small lava cave nearby the Myvatn Lake, called Grjotagja. Inside this cave, there is a geothermal spring. However, swimming is prohibited. The eruptions on the 80’s make it dangerous to have a lot of people bathing inside the cave.

DCIM100GOPRO

Grjotagja

Before leaving Myvatn national park, you will pass by Hverir or Namajfall. It is a unique landscape which has a Mars-like scenery. It has pools of boiling mud, hot springs, and some hissing chimneys. You might want to enjoy the fresh sulphur which smells like rotten eggs, while you are here!

If you happen to have time, you need to go a bit north from the main route number 1 to see Dettifoss. It was such an unfortunate that have so little time. Thus, we decided to just skip it. Tell us about Dettifoss, once you got there, OK?

We spent the night at the camping site just before Seydisfjordur town.

#Day 6 The East: Take it easy – Hengifoss and Route 939

Since it was such a long drive from the north, we decided to take a little break on the East. We found a very nice camping site just before Seydisfjordur town. It has Wi-Fi, shower, and even a Jacuzzi and hot swimming pool FOR FREE!! In short, we decided to stay a bit longer in the camp and went to the South directly in the afternoon.

However, if you happened to have time, you can go hiking in Eggistaldir town. There are lots of hiking trails with amazing view which you can explore in this city. This was our first plan. But, because of the very cosy and free Jacuzzi we found along the way, we cancelled our plan. Haha! But we did not regret it at all.

Not happened to go hiking in Eggistaldir town, we decided to go hiking to see Hengifoss. It s a beautiful waterfall in the eastern part of Iceland. To see the waterfall, you need to hike for about 45-60 minutes. It is an easy hike with a very beautiful scenery, so it was all worth the hike, We promise you!

From Hengifoss, along the way to the South, you will find an intersection between route number 1 and number 939. I will recommend you to take route 939! It’s a 2WD route don’t worry! It’s shorter and it has a Jurassic park-like scenery. I could not tell you in writing but you can judge it with the pictures that I took along the way.

_dsc7339

And finally, we stayed in the hotel nearby Jokursarlon to continue our journey to the South.

#Day 7 The South: The land of ICE

Once you are in the South, you could see some mountains with glaciers on the top of them.

Jokursarlon and Fjallsarlon

There are several ice lagoons in Iceland. But I believe, the most famous ice lagoon is Jokursarlon. It is a unique and must visit place in Iceland. Try to walk around the lagoon and admire the beauty of it before it’s gone because of THE CLIMATE CHANGE.  Yes, since the earth is warmer, the lagoon is getting bigger and bigger each year. I know it’s pretty, but it’s also an indication of a catastrophe.

Just beside Jokursarlon, there is another lagoon called Fjallsarlon. This lagoon is quieter and, for me, it is more beautiful. There are also more ice cubes in this lagoon compared to Jokursarlon. The ice cubes in both lagoon could be at least 1000 years old. So, a bite of ice cubes will make you taste a frozen history!

Skaftafell

If you happened to have time, then hiking to Skaftafell is a must!! Too bad we missed it.

The Black beach

The black beach is located in the village of Vik. For us, as Indonesians, it was very unique different from the beaches we have known in the tropical country! It has dark black sand as well as very smooth stones. The view is so stunning. And For us, it was the perfect place to have our lunch!

Skogafoss

Along the way, you will see a lot of waterfalls. One of them is skogafoss. For us, it is the most beautiful waterfall we have seen in Iceland. Maybe it was because of the perfect timing. Try to go in the sunny day to Skogafoss. Then, you will catch a rainbow (or maybe two) nearby the waterfall, which wascso awesome!

img_4709

Processed with VSCO with hb2 preset

Seljalandfoss

Just 10-15 minutes driving from Skogafoss, you will find another waterfall called Seljalandfoss. For us, this is the most unique waterfall in Iceland. It is because you can walk behind it! The best time to visit is during the sunset (while its weather is clear far away from the clouds of course). You can also spot a rainbow on this waterfall while you have sun!

DCIM101GOPRO

IMG_0340.JPG

On the way to the hostel, we stopped by a volcanic crater lake called Kerið (occasionally Anglicized as Kerith or Kerid) along the way.

GOPR1624.JPG

Then, we stayed at Fludir for a night.

#Day 8 The hot springs

Iceland is famous for its hot spring. There are a lot of natural or man-made hot springs.

Reykjadalur valley

In the South, just 45 km away from Reykjavik, there is a geothermal river on the beautiful valley of Reykjadalur. The name of Reykjadalur is derived from the “steam valley’ as the valley is filled with hot springs and mud pools.

To reach this river you need to hike for about 30-45 minutes. Don’t worry, it is an easy hike. Plus, the landscape of this valley is mesmerizing.

The (in)famous blue lagoon

At first, we did not plan to go to the blue lagoon. It is because of a lot of people wrote that it is overrated. Many people think that it is expensive and full of tourist. Besides, there are other man-made hot springs that you can visit, such as the Secret Lagoon nearby the Golden circle, and the Myvatn nature bath in the North.

Yet, finally, we decided to go the Blue lagoon because o its location nearby the airport. It is very convenient for us to spend the last night in Iceland after such a long drive around the country.

DCIM101GOPRO Processed with VSCO with a5 preset

GOPR1665.JPG

We agreed that the blue lagoon is much more expensive than the other man-made lagoon. But, it served a free silica mud mask that is good for your skin! Besides, its location is very strategic makes it very convenient for the travellers to end up the trip by soaking up in the blue and warm water. Although it was a bit crowded when we visited the lagoon, we still had plenty of spaces for just the two of us. So it was not as crowded as we expected!

#Day 9 Back Home

Since we had a very early flight back home to The Netherlands, we decided to go to the airport and sleep there for the night. As a bonus, we saw a glimpse of the Northern light that night before we came back home.


#TYPICAL ICELANDIC THINGS

what I mean the typical Icelandic things here are the things you can easily find along the way when you go for a road trip in Iceland.

Sheeps, and more sheeps

img_9651

_dsc7109

Icelandic sheeps

Pretty Icelandic horse

img_9629

The green moss (do not step on it!)

DCIM101GOPROimg_4676

Typical road trip view

_DSC7088.jpg

img_9454-1

img_9459-1


#SPENDING

Overall we spent 1780 euro for both of us for the entire trip exclude the flight ticket and food. The cost breakdown is:

  1. 170 euro for the petrol
  2. 398 euro for car rental (9 days)
  3. 840 euro for Diving and whale watching
  4. 372 euro for hostel/hotel/airbnb

We camped 2 nights, and stayed in the airport on our last night. That is why we did not spend to much money for the hostel. The diving and whale watching trip could be skipped, unless it is on your bucket list! It will reduce your spending a lot!! We did not remember how much we spent our money for food. But in general we cooked a lot. We brought some food from Indonesia and the Netherlands and bought some in local supermarket in Iceland to reduce the cost. I remembered, we only ate outside 6 times to try local and unique food like smoked puffin, lamb, whale, and famous Icelandic lobster!

We spent 890 euro that is about IDR 13,500,000 for each person (exclude food and flight ticket). But if you exclude the diving and whale watching trip, you can reduce the spending up to half of what we spent, which is about 470 euro or about IDR 7,500,000 (exclude food and flight ticket).

Not so cheap I would say, but it is still manageable and totally worth the savings!!!


#DETAILED BUDGET & ITINERARY

Iceland has give us such an unforgettable experience. It has become our most favourite destination so far. We have left our heart in the country. We definitely will come back to explore the highlands anytime soon.

For more info about my budgeting and itinerary, you can download it HERE!! (PDF FILE)

and have look to our short video about our trip to Iceland in HERE.

Have a nice trip and safe drive!! Cheers!

Tyas-Arya

GOPR1449.JPG

Untuk kamu yang sedang berjuang menggapai mimpimu

“Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu”, Andrea Hirata


dream

Tulisan ini aku tujukan untuk kamu yang sedang (sangat) berjuang untuk meraih mimpi-mimpimu,  terutama untuk kamu yang sedang menghadapi kegagalan, kamu yang sangat ingin melanjutkan sekolah keluar negeri dan suamiku, Arya.

Buatku, tidak ada mimpi yang terlalu tinggi atau terlalu besar. Semua mimpi bisa tercapai asalkan kamu tidak takut untuk mencoba, berusaha, dan berdoa semaksimal mungkin. Kalau sudah berdoa dan berusaha secara maksimal, tapi tetap GAGAL? Then I have magic words for you:

“God never closes one door without getting ready to open another door with so much greater things for you”

I know, kalimat ini terdengar sangat klise, apalagi untuk kamu yang sedang menghadapi kegagalan. But, let me tell you stories that give me so much inspirations and hopefully could make you keep fighting for your dreams.

#1 Cerita tentang dia dalam keterbatasan

xx

Untuk melanjutkan kuliah di luar negeri, kamu diwajibkan untuk memiliki kemmapuan berbahasa inggris yang cukup. Kemampuan ini biasa dibuktikan dengan sertifikat IELTS/TOEFL. Untuk mendapatkan sertifikat ini tidaklah murah. Kamu diharuskan untuk menyiapkan dana sebesar 175-195 USD untuk satu kali tes. Kalau gagal? Kamu harus membayar dengan jumlah uang yang sama untuk mengambil kembali tes IELTS/TOEFL.

Baca juga: Tips and tricks WRITING IELTS disini

Tentunya kamu ingin sekali ambil tes ini langsung berhasil kan? ya, bisa saja, kalau kamu sudah sangat fasih berbahasa inggris atau kamu punya cukup uang untuk mengambil IELTS/TOEFL preparation course dengan biaya yang juga tidak murah.

Seorang temanku dari Banten, dia kurang bisa berbahasa inggris dan tidak punya cukup uang untuk mengikuti preparation class untuk IELTS. Dalam keterbatasannya, dia mampu mendapatkan beasiswa dan sekarang sekolah di salah satu universitas ternama di Belanda. Dia mempersiapkan dirinya di kampung bahasa inggris. IYA! Kampung bahasa inggris yang ada di Pare, Kediri.

I never thought about Kampung Inggris before. In fact, aku baru mengetahui Kampung Inggris ketika dia menceritakan perjuangannya itu. Kelas yang ditawarkan di kampung ini sangat beragam. Mulai dari kelas conversation biasa sampai kelas persiapan IELTS dan TOEFL. Biayanya pun jauuuhhh lebih murah daripada lembaga-lembaga kursus bahasa kebanyakan. Ditambah lagi, biaya hidup di Pare, Kediri tidak akan membuat kantongmu bocor.

Cek program persiapan kuliah keluar negeri dari kampung inggris disini: Kampung Bahasa Inggris, Pare, Kediri, Jawa Timur

#2 Cerita tentang dia yang berada diunjung tanduk

Ini cerita temanku, Kiki. Tahun ini, dia berangkat ke Budapest untuk melanjutkan sekolah. From him, I know that the struggel is REAL when it comes to getting a scholarship that pay all your tuition fee, living cost, and flight tickets. Kiki, memulai perjuangannya dengan mencari beasiswa dan universitas yang dia inginkan sejak tahun 2014. YES, it took him 2 years to reach his dream. It’s definately not easy, but I hope it’s worth the efforts now. Dia menghabiskan uang yang tidak sedikit untuk IELTS test dan IELTS preparation class. Kiki, juga mengalami kegagalan selama dua kali di beasiswa LPDP di tahun 2016. Gagal sebanyak 2 kali di beasiswa LPDP berarti kamu tidak bisa mendaftarkan namamu di beasiswa tersebut seumur hidup.

If I were him, I will probably kill myself (no, just kidding). BUT SERIOUSLY! I couldn’t imagine myself in his position. I would be so desperate cause there is no way that I could study abroad. But guess what? Kiki bukan aku. Dia tetap berusaha mencari beasiswa yang bisa membawanya kuliah di luar negeri.

Kiki menemukan Stipendium Hungaricium Scholarship. Itu adalah  sebuah program dari pemerintah Hungaria. Tahun 2016, merupakan tahun pertama program ini dibuka untuk pelajar Indonesia. Apakah ini sebuah kebetulan? maybe. But hey! See how the magic words work! Maybe LPDP or his previous chosen universities are not good enough for him, so that’s why he failed. But then? Another door is opened.

I believe that he’s enjoying his time now in Budapest.

Baca cerita lengkapnya disini: I didn’t come this far to only come this far

buda

#3 Cerita tentang dia yang gagal

diss

Temanku. Gagal mendapatkan beasiswa apapun untuk melanjutkan studi S2. Iya. GAGAL.

Aku percaya, dia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk meraih mimpinya. Berbagai beasiswa pun ia coba dengan segala tantangannya, terutama masalah birokrasi dan syarat-syarat tertentu yang diberlakukan oleh si pemilik dana beasiswa. Sayangnya, tidak seberuntung Kiki, temanku tidak berhasil melanjutkan sekolah dengan beasiswa apapun.

Keinginannya yang besar untuk melanjutkan pendidikan di tingkat yang lebih tinggi lebih besar daripada kekecewaannya akan kegagalan. She pursue her dreams with her own funding.

Dia dan suamiku, sangat ingin melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang doktoral. I know that my husband is struggling to find any funded Ph.D projects in his field. I can assure you that it is not easy to find a funded Ph.D project that is very well-matched with your interest / your field. And guess what? temanku mendapatkan tawaran untuk menjadi Ph.D candidate di sebuah Ph.D project sebelum dia lulus S2. Artinya, dia tidak membutuhkan beasiswa apapun untuk melanjutkan sekolah ke jenjang doktoral. In fact, dia akan digaji oleh universitas layaknya seorang peneliti! It was so much easier than her struggle to get scholarships for her master study. It was so much easier and simpler than I ever could imagine.

Maybe, God owes her one.

#4 Cerita tentang dia yang berada diantara dua pilihan

c

Dalam perjalanan menggapai mimpi kita, tak jarang kita sering dihadapkan dalam dua pilihan yang membingungkan. Salah satunya adalah ketika memilih jurusan atau universitas yang ingin kita tuju. Seorang temanku, sangat ingin melanjutkan sekolah di Inggris. Di Imperial college, London.

She’s such a UK-minded person that doesn’t want to apply in anywhere elses in this world. Yet, her parents suggest her to think about other options, such as The Netherland. Dengan pertimbangan waktu tempuh studi. Di Inggris, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan S2 adalah 1 tahun. Sedangkan di Belanda, kamu membutuhkan waktu minimal 2 tahun untuk lulus dengan gelasr Master (kecuali untuk jurusan business dan hukum yang membutuhkan waktu 1 tahun). Dengan beban studi yang sama, tentu kamu bisa membayangkan bagaimana sekolah di Inggris. Jadwal belajarmu akan jauh lebih padat.

So, she kept the options open. Dia mendaftarkan diri di Imperial college dan salah satu universitas ternama di Belanda. Sebelum diterima di universitas yang dia inginkan, temanku telah mendapatkan beasiswa LPDP tanpa LoA dengan mengatasnamakan Imperial College sebagai kampus tujuannya. Artinya, jika dia diterima di universitas selain Impersial College, dia harus mengurus perpindahan universitas sesuai dengan ketentuan LPDP.

Kurang dari 1 bulan, temanku mendapatkan LoA dari universitas di Belanda. Mengurus perpindahan universitas di LPDP memakan waktu yang cukup lama. Dan jika perpindahan universitas itu tidak segera diurus, temanku tidak bisa melanjutkan sekolah tahun ini. Di saat yang sama, LoA dari imperial college pun tidak kunjung datang. It took more than 2 months, which was very unusual (usually it takes less than 8 weeks). Dalam keadaan terdesak dengan deadline untuk mengurus perpindahan universitas, temanku akhirnya memutuskan untuk mengajukan perpindahan sekolah ke Belanda. SATU HARI setelah dia mengajukan perpindahan, LoA dari Imperial College pun datang.

Apakah dia menyesal dengan keputusannya untuk melanjutkan sekolah ke Belanda? -negara yang tidak pernah ada di dalam bayangannya. And she said NO! In fact, she is so happy that she has chosen the right option which was: not to wait for imperial college LoA but to continue her study in the Netherlands.

“I could not imagine myself studying in the UK for one year. Maybe, I could have been more stressful. Maybe I could have been very sad. I don’t know. It doesn’t matter now, cause I am happy that I could study in here.”

So if you think that you fail to achieve the first option of your dream, keep the other options open too. Because, you never know what the second option offers you. It could be better or even the best for you!

God works in very mysterious ways, you just need to trust It

Baca cerita lengkapnya disini: Mengenai Haluan yang Berganti

#5 Cerita tentang dia yang selalu diremehkan

love

Kalau kamu adalah salah satu lulusan universitas terbaik di Indonesia, sebut saja UGM, UI, ITB, ITS, UNAIR, UNDIP dan Universitas negeri terkenal lainnya, maka kamu adalah salah satu orang yang beruntung. Kenapa beruntung? Karena akses informasi dan pengetahuan di universitas-universitas itu jauh lebih bagus dibanding dengan universitas yang lain. Terlebih lagi, sudah banyak alumni dari universitas-universitas negeri ternama itu berhasil mengenyam pendidikan di luar negeri. Hasilnya? dosen-dosen di universitas negeri itu pun sangat mendorong murid-muridnya untuk melanjutkan sekolah keluar negeri.

Bagaimana dengan kamu yang berasal bukan dari salah satu universitas unggulan itu? yang terpenting adalah: DILARANG MINDER DAN RENAH DIRI. Kalau kamu berasal dari universitas yang kata orang “kurang terkenal”, itu bukan berarti kamu merasa kamu tidak mampu sekolah keluar negeri. Semua itu bergantung dengan usahamu: cukup besar tidak usahamu untuk melanjutkan sekolah keluar negeri ?

Temanku, orang yang sama dengan cerita di nomer 1, dia adalah salah satu alumni Universitas Negeri di Banten. Universitas ini bisa dibilang “kurang dikenal” banyak orang. Tidak ada alumni universitas ini yang melanjutkan sekolah ke luar negeri sebelumnya. Dia merupakan orang pertama dan (mungkin masih) satu-satunya alumni dari universitas ini yang berhasil melanjutkan sekolah ke salah satu universitas ternama di Belanda.

Itu semua dia raih bukan tanpa usaha dan ejekkan dari orang-orang di dekatnya. Sering sekali dia diremehkan oleh orang-orang di sekitarnya, bahkan oleh salah seorang dosennya:

Kamu ini tidak mungkin bisa melanjutkan sekolah ke luar negeri, mimpi apa memangnya kamu?

Ya, memang semua itu berawal dari mimpi. Jangan pernah berhenti mengejar mimpimu walapun orang-orang disekitarmu tidak pernah berhenti meremehkan dan menjatuhkanmu. Percaya saja, semua usaha pasti akan membuahkan hasil.

Jika kamu adalah salah seorang yang sering diremehkan, cobalah untuk menyingkiran hal-hal (atau orang-orang) negatif dari hidupmu. Dengan begitu, kamu bisa tetap fokus pada apa yang ingin kamu capai.

#6 Cerita tentangku

martin

Hari ini, resmi sudah aku tinggal di Belanda selama 1 tahun 2 bulan. Aku tidak pernah menyangka aku mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan sekolah di Belanda karena aku berasal dari keluarga kelas menengah yang pastinya tidak akan mampu untuk membayar biaya sekolah yang memakan dana ~EUR 15.000 – 19.000 per tahun. Ditambah, aku bukan mahasiswa dengan prestasi akademik yang menonjol di kelasku. Bisa dibilang, aku mepunyai latar belakang ekonomi dan otak di kelas rata-rata.

Aku mengalami kegagalan untuk mendapatkan beasiswa sebanyak dua kali. 1 kali gagal di beasiswa LPDP dan 1 kali gagal di beasiswa StuNed. Ketika aku gagal untuk mendapatkan beasiswa LPDP, bisa dibilang, itu adalah kegagalan pertama dalam hidupku. Most likely, I always got what I want. But now I know, it hurts so much when you fail. Harus aku akui, aku cukup frustasi saat aku gagal di beasiswa LPDP. Yes, I cried. But thank God, I got my wonderful family, caring friends, and loving boyfriend (so I was not married that time).

The second failure was okay. It was managable. Aku belajar banyak dari kegagalanku pertamaku. Dari situ, aku belajar untuk menghadapi sebuah kegagalan. Dari situ juga aku belajar, kamu boleh sedih, boleh frustasi saat gagal, 1-2 hari cukup, tapi jangan kelewatan. You need to stand up and get up as soon as possible to achieve what ever you are dreaming of. So, aku mencoba tes LPDP untuk yang kedua kalinya. And this time, I learned A LOT from my mistakes in the previous test. I was much more prepared for eveything.

And finally I am here, writing this for you!


Now that I am in my second year, I need to finish my thesis next year. I know it won’t be easy. In fact, the struggle is real since the beginning. I am writing this post as a reminder to myself that: nothing great comes easy.

stress

I am very grateful that I always have my family, good friends, and husband to support me.

And I can’t thank enough to all my friends that have shared their failures to me. It means a lot. I am totally inspired by your struggles and fights.

I hope that you will be inspired too by their stories!

So, tell me, what’s your story?

 

5 tipe penumpang pesawat yang ada di Indonesia, kamu tipe yang mana?

Buat kamu yang suka berpergian dengan menggunakan pesawat terbang, coba amati sekitarmu saat berada di ruang tunggu atau waiting room. Sembari menunggu masuk ke dalam pesawat atau mungkin menunggu delay, daripada sewot, coba deh mulai perhatikan di sekitarmu. Apa yang kamu lihat?

Dari perjalanan dan pengamatan saya selama saya berada di ruang tunggu bandara, saya dapat menyimpulkan bahwa ada 5 tipe penumpang pesawat denga sifat yang berbeda.

#TIPE 1: SI TUKANG SEROBOT

Spesies yang satu ini merupakan jenis yang paling berbahaya. Sesuai dengan namanya, biasanya spesies TIPE 1 pandai menggunakan jurus mepet antrean, gerakan gesit, bahkan mungkin dorong-mendorong, dan muka lempeng. Dengan berbagai jurus, mereka pun dapat dengan mudah menyerobot antrean orang-orang yang penuh belas kasih. Duh ya, kalau kamu termasuk tipe yang ini, please deh ya, pesawat itu ga akan kemana-mana dan kursimu juga ga akan direbut orang kok kalau kamu sudah antri. So, tolong tertib-lah dalam megantri, jangan main serobot. Ini antre masuk pesawat ya, bukan antrean sembako.

y

#TIPE 2: SI MUKA LEMPENG

Spesies yang ini juga ngga kalah berbahaya dari yang TIPE 1. Jenis ini biasa duduk di dekat pintu masuk boarding. Ketika pintu mulai dibuka untuk penumpang, mereka tidak mau antre dari belakang. Mereka biasanya langsung antre di depan menyerobot orang yang sudah antre di paling depan dengan muka SOK GAK TAU kalau itu antrean alias MUKA LEMPENG. Kalau kamu tipe yang ini, tolong ya, kalau kamu duduk di depan boarding gate, itu bukan berarti kamu dihitung sebagai mengantri. Kalau kamu sudah tahu kalau pesawat dan kursimu ga akan kemana-kemana dan kamu males antre, yasudah, kamu bisa kok tunggu antrean sampai habis lalu memroses boardingmu dan masuk ke pesawat. Tidak perlu lempeng langsung ke depan dan berlagak sok ga tau kalau sudah ada antrean panjang di belakang ya.

#TIPE 3: SI FRONTAL

Jenis yang ini biasanya paling benci dengan spesies TIPE 1 dan 2. Mereka akan dengan santainya menegur si tukang serobot dan si muka lempeng kalau mereka berani menyerobot antrean si frontal ini. Kata-kata yang paling sering keluar dari spesies yang ini adalah “antri dong” versi kasarnya, atau dengan versi yang lebih sopan “tolong antre dari belakang ya bu/pak”.

z1

#TIPE 4: SI SOK PRIORITAS

z

Spesies ini berlaku untuk jenis penumpang Garuda Indonesia. Jika kamu pernah terbang dengan maskapai Garuda Indonesia, kamu pasti aware dengan istilah SKY PRIORITY. Untuk yang belum tau apa itu sky priority, coba saya jelaskan sedikit ya. Pelayanan sky priority ini merupakan layanan prioritas yang disediakan untuk elite member (kata mereka) misalnya member minimal PLATINUM Garuda Miles, Business/First Class, dan member-member elite lainnya. Layanan ini berupa priority check in, boarding, bahkan antar/jemput ke pesawat. Apa bedanya dengan kelas ekonomi ?

  1. Antrean boarding lebih pendek. Bahkan kalau domestic flight hapir tidak ada antrean
  2. Kalau biasanya economy naik bis ke pesawat (terutama di badara soekarno hatta), member sky priority melewati jalur karpet merah dan dijempput oleh mobil khusus. TIDAK MENGGUNAKAN BIS

Nah spesies TIPE 4 ini biasanya menganggap dirinya adalah bagian dari SKY PRIORITY padahal, pada kenyataanya mereka adalah orang-orang yang INGIN dianggap SKY PRIORITY tapi sayang belum tercapai. Biasanya mereka ini masih di tingkatan level silver atau gold di garuda miles. (FYI, tingkatan level garuda miles ini blue-sliver-gold-platinum). Mereka dengan gaya sok nya itu menunjukka kartu gold ata silvernya ke bagian sky priority untuk menghindari antrean boarding economy yang panjang. Anehnya, bagian boarding sky priority biasanya sih manut-manut wae (nurut-nurut saja).

#TIPE 5: SI GELENG-GELENG KEPALA

Sesuai namanya, spesies ini biasanya geleng-geleng kepala ditambah elus-elus dada. Spesies ini biasanya dibagi mejadi dua bagian. Yang pertama adalah si geleng-geleng sabar dan yang kedua adalah si geleng-geleng ngedumel. Spesies jenis geleng-geleng sabar memang orang yang sabar dan baik hati. Kalau melihat kerusuhan boarding TIPE 1-2-4 mereka cuma bisa geleng-geleng kepala, tersenyum kecut dan ngebatin “kok ada ya orang begitu?” sambil tetap antri dengan sabar. Lain halnya dengan si geleng-geleng ngedumel. Spesies yang ini sebetulnya kesal dengan TIPE 1-2-4, tapi apa daya, dia bukan si frontal. So, dia cuma bisa ngedumel dan marah dalam hati sambil frustasi geleng-geleng kepala. Hehehe


Setelah introspeksi diri, akhirnya aku memutuskan aku termasuk kedalam TIPE 4 yaitu SI FRONTAL. Ya, aku paling tdak suka kalau antreanku di serobot. Beberapa kali aku menegur orang yang mengambil antrian didepanku. Sekalipun itu orang yang lebih tua dariku. Sorry, although you’re older than me yet you don’t earn my respect if you act like that, Sir/Madame. Pengecualian untuk Ibu hamil, Ibu dengan anak kecil, atau orang dengan wheel chair. Golongan tersebut memang seharusnya masuk lebih dulu ke dalam pesawat. Bukankah selalu ada pengumuman yang menyatakan bahwa penumpang dengan anak kecil/hamil/dengan kursi roda di harapkan masuk terlebih dahulu ke dalam pesawat? tentu saja kamu akan mendengar jika kamu memberikan perhatian lebih ke pengumuman tersebut dengan cara tidak sibuk sendiri dan bersifat egois untuk menyerobot antrean sana-sini. hehehehe

lagipula, apa sih susahnya sabar mengantri dengan membentuk 1 barisan yang rapi ? bukankah waktu SD kita juga diajarkan mengantre untuk masuk ke dalam kelas?

hi

Tricks on IELTS Test: Writing Structure

Hello!

Sejak Arya dan saya berhasil untuk melanjutkan sekolah ke Belanda, banyak dari teman dan saudara kami yang menanyakan bagaimana untuk bisa melanjutkan sekolah keluar negeri, seperti cara mendapatkan sekolah, mendapatkan beasiswa (LPDP dalam kasus kami), dan lolos tes IELTS. Untuk post ini, saya akan fokus ke bagaimana cara lolos tes IELTS, terutama writing. If you want me to write other topics like how to get the school and the scholarship or other IELTS tricks, please comment on this post. If there’s lot of requests, I’ll make you one ASAP.

Okay, so why only Writing? I am not saying that other parts of IELTS are easy but I found that Writing could be easily tricked to get at least a 6.5 in IELTS test. Menurut guru Arya di IALF, kebanyakan orang Indonesia kurang bisa menulis secara runut. Ide dan pendapat yang ingin disampaikan terpencar dan tidak terstruktur dengan rapi. Padahal selain grammar dan vocabulary, writing structure juga sangat penting dalam writing test. Saya adalah salah satu orang yang kurang bisa menulis dengan struktur yang rapi. Jadi, trik yang akan saya ajarkan ini akan (hopefully) berguna untuk memiliki tulisan dengan struktur yang (lebih) rapi.

Trik yang saya share ini adalah trik diajarkan oleh seorang guru di lembaga IALF saat Arya mengikuti program IELTS preparation disana. Lalu, saya kombinasikan dengan pengetahuan dan pengalaman saya sewaktu belajar dan tes IELTS.

#Writing Task 1

Di dalam tes IELTS, terdapat 2 buah writing task yang harus diselesaikan. Pada sesi Writing Task 1 ini, kamu diharuskan untuk mendeskripsikan atau membandingkan grafik/gambar yang diberikan di dalam tes. Untuk sesi ini, kamu harus menuliskan minimal 150 kata. Menurut guru saya di IELTS preparation program, kamu bisa menuliskan sampai ~250 kata. Untuk sesi writing 1 ini, trik yang bisa dilakukan adalah:

  1. Lihat Judul ada grafik atau gambar yang ada pada soal tes. Lalu perhatikan elemen-elemen apa saja yang ada di dalam grafik/gambar tersebut. Tuliskan judul dan elemen-elemen pada grafik/gambar yang ada di paragraph 1
  2. Deskripsikan gambar dengan detail – namun tidak berlebihan mengingat dengan adanya limit 150 kata. Misalnya dengan mendeskripsikan kurva naik, turun, fluktuasi, titik tertinggi, dan titik terendah, tren kurva (positif/negatif), mendeskripsikan perbedaan gambar sebelum dan sesudah. Tuliskan deskripsi kamu di paragraph 2-3.
  3. Lanjutkan dengan kesimpulan di paragraph terakhir tanpa menuliskan deskripsi tambahan. Di paragraph kesimpulan, kamu cukup merangkum apa yang sudah kamu tuliskan di paragraph sebelumnya
  4. JANGAN sisipkan PENDAPAT atau kalimat-kalimat yang bersifat subjektif. Tugas Writing task 1 ini adalah men-DESKRIPSI-kan gambar/grafik yang ada di dalam soal.

Dibawah ini merupakan salah satu contoh penyelesaian writing task 1. Untuk contoh penyelesaian yang lain, silahkan download file PDF disini:  Writing Task 1

wirte1

#Writing Task 2

Pada sesi Writing Task 2, kamu harus memberikan pendapat kamu (agree/disagree) pada pernyataan yang disampaikan di dalam tes. Untuk sesi ini, kamu harus menuliskan minimal 250 kata. Kamu bisa menuliskan sampai ~350 kata di dalam sesi ini. Untuk sesi writing 2 ini, trik yang bisa dilakukan adalah:

  1. Usahakan kamu berposisi netral terhadap statement yang ditanyakan. Both agree and disagree along with the reasons. Kenapa netral ? supaya banyak materi yang bisa dituliskan
  2. Minimal ada 4 paragraph yang harus kamu buat. 4 paragraph ini terdiri dari Introduction, Agree statement, Disagree statement, and Conclusion

Dibawah ini adalah contoh paling simpel untuk menyelesaikan Writing Task 2. Untuk kata yang saya beri warna merah, itu adalah contoh kata sambung yang bisa digunakan.

intro

Untuk paragraph Introduction, kamu bisa mengulangi pertanyaan dengan menggunakan kata-kata yang berbeda atau dengan kata lain mem-paraphrase pertanyaan dari sesi writing task 2. Kemudian sampaikan statement kamu, bahwa kamu agree dan disagree. di dalam paragprah ini kamu tidak perlu menyampaikan alasan mengapa kamu setuju atau tidak setuju terhadap pernyataan yang ada di dalam soal

par2-3

Untuk paragraph 2 dan 3, kamu bisa menyampaikan agree/disagree statement kamu. Di paragraph ini, kamu bisa jelaskan lebih detail tentang agree/disagree statement yang kamu buat dengan mendeskripsikan statement kamu serta memberikan contoh supaya statement yang kamu buat lebih jelas. Elaborate penjelasan dan contoh yang kamu tuliskan dengan kata sambung yang baik sehingga kalimat-kalimant yang terdapat di dalam paragraph dapat tersambung dengan baik.

conclusion

Di Paragraph ini, kamu tidak perlu membuat statement baru. Kamu cukup merangkum apa yang sudah kamu tuliskan di paragraph sebelumnya

Untuk contoh penyelesaian writing task 2 yang lain, silahkan download file PDF disini:  Writing Task 2

dorry


At the end, saya tidak bisa menjamin bahwa trik ini akan berhasil di semua orang, tapi trik ini berhasil mengantarkan saya, arya dan beberapa teman yang kami ajarkan. Perlu diingat, bahwa grammar dan vocabulary juga perlu di perhatikan selain struktur penulisan yang rapi. So, dengan mengandalkan tips dari saya saja, tentu tidak akan cukup membuat kamu lulus writing test kalau grammar dan vocabulary kamu masih kurang.

Beberapa hal yang bisa saya sarankan:

  1. Berlatih menulis dengan mengandalkan peer-review. Kalau kamu sedang dalam program IELTS Preparation, ada baiknya kamu memanfaatkan tenaga pengajar di institusi kamu sebagai partner kamu untuk mereview tulisan kamu.
  2. Pelajari writing structure dari situs-situs gratis yang menyediakan berbagai macam model penyelesaian writing test. Cari model penyelesaian dengan nilai 7.5-8 dan bandingkan dengan tulisan kamu. Cari apa yang kurang dari tulisan kamu dan perbaiki kembali tulisanmu

I believe that if you are persistent enough to learn and put much focus and effort on this, you could improve this trick with better grammar and vocabulary to get a higher score!

Finally, we really hope that the tricks could help you to write better and pass the test. Please let us know the tricks work for you or if you have any better tricks! let’s share! We wish you good luck with your IELTS test!!

cheers.

Jangan [sok] mendorong orang untuk Travelling

Lama ga update blog,  judul tulisan gue minta banget di omelin banyak orang, hehe. Lagi-lagi tulisan ini gue buat untuk dibaca santai, bukan untuk diperdebatkan, karena ini cuma opini gue. Kalau lo punya opini yang lain, ya silahkan, gue ga melarang kok. Alasan gue menulis ini simple, tulisan tentang “kenapa lo harus travelling” udah banyak. Tinggal search di google ada tuh mau bahasa indonesia ataupun inggris. Tapi jarang yang ngebahas tentang kenapa lo juga GA PERLU travelling.

All my life, gue suka banget yang namanya jalan-jalan, ya siapa sih yang ga suka kalau liburan? dimulai dari jalan-jalan biasa di kota-kota aja, sampai pada tahun 2011 gue mulai mendaki gunung, dan tahun 2014 gue bertemu dengan Arya (suami gue sekarang) dan mulai diving. Selama ini, gue selalu bilang ke orang “lo tuh harus banget jalan-jalan, bagus banget kota A, gunung B juga cantik banget, apalagi laut C yang koralnya indah ditambah ikan-ikannya yang lucu”. Bahkan ada quote kekinian yang bilang “Indonesia itu indah bro, jangan di rumah aja”.

I always urge (at least) my closest friends to do the same: to travel, to hike, even to dive. Then, I realized that it was my biggest mistake. LHO KENAPA SALAH ??? eits, jangan berontak dulu, kita runut pelan-pelan kenapa gue merasa itu adalah kesalahan terbesar gue.

1. Travel itu bukan kebutuhan Primer,bukan juga kebutuhan Sekunder

Waktu gue SD, gue diajarin tuh yang namanya 3 kebutuhan manusia, yaitu kebutuhan Primer, Sekunder, dan Tersier. Kebutuhan primer yang mencakup kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi supaya manusia hidup dengan wajar yaitu sandang, pangan, papan. Lalu Sekunder, kebutuhan yang menjadi pelengkap kebutuhan primer misalnya kulkas dan TV. Dari dua kebutuhan itu, ga ada tuh yang namanya TRAVEL. Nah, travelling itu menurut gue masuk ke kebutuhan Tersier, yang mana merupakan kebutuhan pelengkap KALAU kebutuhan primer dan sekunder udah terpenuhi. Jadi, kalau lo merasa kebutuhan primer dan sekunder lo udah terpenuhi, lo emang bisa travelling. Tapi, ga ada kewajiban tuh untuk orang lain supaya mereka juga travelling atau berpergian seperti lo.

Travelling itu menurut gue masuk ke kebutuhan Tersier, yang mana merupakan kebutuhan pelengkap KALAU kebutuhan primer dan sekunder udah terpenuhi.

1

2. Everyone has their own priority

Alasan yang ini nyambung ke alasan yang pertama. Ga semua orang sebetulnya pengen jalan-jalan. Ada orang yang pengennya hidup settle dulu. Misalnya, punya apartemen/rumah dulu, lalu mobil, dll setelah lengkap dia baru mau jalan-jalan, biasanya sih ini kasusnya cowo soalnya buat modal nikah hehehe. Ada orang yang (kaya gue) belum punya rumah tapi jalan-jalan terus.

Jangan mendorong orang untuk travel karena setiap orang punya prioritasnya masing2. Sering banget gue denger becandaan = “kurang piknik dan jalan2 kali tuh orang, jadi gampang sewot”, percayalah itu ga ada hubungannya sama sekali, hehehe. Gue punya temen, tukang gadget, yang uangnya abis buat beli barang-barang high-tech, tapi dia ga gampang sewot tuh karena dia jarang travelling.

Biarlah orang yang menentukan prioritas mereka, karena ga semua orang menempatkan travelling di prioritas teratas mereka.

3

3. Not everybody has money to travel

Ada orang yang nulis “how to travel the world without money”, well mungkin buat sebagian kecil orang hal itu mungkin bisa dilakukan. Tapi in general, kalau lo mau jalan-jalan, ujung-ujungnya ya lo perlu menyiapkan uang. Lalu, lo bilang kalau backpackeran kan bisa murah? betul sekali, tapi murah kan juga tetep aja uang. Apakah kalau backpackeran murah itu berarti bayarnya bisa diganti pake daun? Ngga juga kan.

Ada juga quotes yang bilang “Quit your job, start to travel“, mungkin quote itu berlaku buat orang-orang yang kerja di negara maju. Di Belanda, kalau lo kerja part time, seenggaknya lo dibayar 10 Euro / jam. Kebayang kalau lo kerja 8 jam/hari selama 20 hari, lo udah bisa punya uang 1600 Euro/ bulan atau setara dengan seitar 22 juta rupiah. Itu cuma kerja part time jadi pelayan restoran lho. Kalau di Indonesia? gue kerja di multinational company 2 tahun juga gaji gue ga nyampe tuh segitu. Kebanyakan orang di negara maju, mereka kerja beberapa tahun, dan pergi beberapa tahun.  Jadi mereka nabung at the first place lalu travelling. Kalau kerja full time? di Belanda, kerja full time bisa digaji minimal 2000 eur/bulan atau sekitar 30 juta/bulan dengan waktu libur 5 minggu setahun (libur itu ga termasuk Christmas holiday dan libur nasional lainnya). Jadi dengan kerja full time pun lo bisa pergi 1 bulan dalam setahun.

Beda kasusnya dengan di Indonesia. Selain currency rupiah yang suffering kalau pergi keluar negeri, upah di Indonesia juga termasuk rendah. Alhasil, orang Indonesia harus pintar membagi uang yang ada untuk memenuhi segala kebutuhan.

Kenapa jangan menggembar-gemborkan travelling? Karena ga semua orang (atau orang tua lo) punya uang, atau dana yang dialokasikan untuk travelling. Sebenernya alasan ini nyambung juga ke alasan kedua. Ada orang yang ga punya alokasi dana buat travelling, karena prioritas dia adalah nyicil apartemen, yang menurut gue ga ada salahnya juga, bagus malah karena melengkapi kebutuhan primer terlebih dahulu.

Yang bikin  gemes itu kalau lo masih sekolah a.k.a dibiayain orang tua. Jangan sekali-sekali sok-sokan promosiin travelling keliling Indonesia atau backpackeran keluar negeri deh,  kalau uang jajan aja masih minta ke orang tua. Cari itu susah, ga semua orang tua mampu ngebiayain anaknya jalan-jalan. Beruntung kalau orang tua lo bisa, tapi belum tentu orang tua temen-temen lo yang lain mampu kan? So, stop urging your friends to travel.

4

4. Not everybody enjoys travelling

This is why you need to stop encouraging people to travel. Karena at the end, ga semua orang suka berpergian. Gue termasuk orang yang suka pergi ke tempat yang baru, sedangkan Arya (suami gue), dia suka pergi ke tempat yang emang dia udah tau apa yang mau dilihat atau dilakukan. Ada juga temen gue, dia sukanya tidur aja, istirahat, paling mentok nonton serial atau ngegame, kalau hari libur. Ada orang yang pengen menghabiskan waktu sama keluarganya atau pulang kampung kalau lagi cuti.

Sekarang ini, travelling udah jadi tren. Untuk orang yang gampang banget terpengaruh tren, dia menganggap orang yang bisa jalan-jalan itu orang yang keren. Apalagi adanya program TV “My Trip My Adventure” dengan host yang kekar, ganteng dan super macho ala anak muda masa kini. Orang yang terpengaruh tren ikut-ikutan berburu tiket murah di travel fair supaya bisa posting foto kekinian di instargram dan terlihat keren. Kalau lo termasuk orang yang mengikuti tren, padahal lo ga suka-suka banget buat berpergian, gue kasih tau ya, lo akan pergi ke tempat tujuan lo, liat apa yang perlu diliat oleh turis kebanyakan, foto-foto buat di upload ke facebook dan instagram, lalu pulang. Yakin lo mau buang-buang uang lo buat hal yang ga gitu lo suka cuma demi ikutin tren?

Gue percaya, setiap orang punya caranya masing-masing untuk mengisi waktu luang mereka. Untuk lo yang emang demen travelling, cobalah untuk berhenti mendorong temen-temen lo untuk melakukan hal yang sama dengan lo karena belum tentu temen lo suka dan berakhir cuma buang-buang uang aja.

 5

 5. Not everyone who travels is a [smart] traveller

Menurut pendapat gue, ga semua orang bisa menjadi smart traveller, so ga semua orang sebaiknya lo dorong untuk travelling. Ada beberapa orang yang menurut gue lebih baik stay di rumah aja daripada dia pergi jalan-jalan. Dan menurut gue, orang yang seperti itu ga perlu lo dorong untuk pergi jalan-jalan. Tipe orang yang menurut gue harusnya stay dirumah aja:

#Tipe 1: Orang yang nyampah dimana pun dia berada

kalau lo pendaki, pasti udah gemes banget ngeliat gunung semeru, Rinjani dll yang penuh sampah. Itulah hasilnya kalau lo mengajak orang yang ga cinta alam sama sekali atau cuek dengan alam sekitar untuk naik gunung. orang kaya gini, mestinya dirumah aja, lebih baik dia nyampahi rumah dia sendiri daripada mencermari lingkungan.

7

Foto dari: evabchtiar.menolakdiam.com

#Tipe 2: Orang yang menganggap binatang dan tumbuhan tidak bernyawa

Sekarang ini banyak berita yang bilang banyak orang yang maksa selfie sama hewan dan berujung pada kematian hewan yang diajak selfie. DUDE! seriously ?! pernah juga ada orang yang ke Raja Ampat illegal, ga lewat jalur pariwisata pada umumnya. Kumpulan orang ini snorkeling tanpa pelampung. Munking biar keren dan bisa (sok2an) duck dive. Tapi sayangnya mereka adalah sekumpulan turis egois yang ga bisa snorkeling. Hasilnya ? koral-koral cantik di Raja Ampat pun diinjak-injak demi foto kece. Orang tipe ini juga seharusnya ke mall aja ga usah sok-sokan ke laut.

9

#Tipe 3: Orang yang arogan

Tipe orang yang arogan ini biasanya merasa lebih superior daripada warga lokal. Trust me, orang kaya gini sebaiknya stay di rumah karena meskipun dia pergi ke suatu tempat, orang tipe ini ga akan mempelajari apapun selama travelling karena sikapnya yang arogan. Selama kita berpergian ke suatu tempat, kita perlu menghargai kebudayaan lokal. We do not have right to judge anything when we travel.

6. Travelling itu self discovery/belajar sesuatu yang baru = BULLSHIT!

oke, alasan ini yang paling panjang dan menurut gue sangat mengganggu pikiran gue.

Gue setuju kok sama tulisan yang bilang kalau travelling itu bisa menambah rasa percaya diri dan kemandirian. Gue juga setuju kalau dengan travelling, kita menjadi belajar sesuatu yang baru dan mungkin menjadi self dicovery untuk sebagian orang. ASAL, lo travel sendiri dan dalam jangka waktu yang lama. Banyak blog yang nulis “KENAPA LO HARUS TRAVEL” dengan alasan-alasan seperti itu. Tapi coba deh lo liat lagi, berapa lama dia berpergian dan caranya gimana. Kebanyakan, orang yang nulis begitu dia pergi (1) SENDIRI – gak pake tuh travel agent dll  (2) Durasinya lama.

Ketika lo berpergian sendiri dan dalam jangka waktu yang lama, lo punya banyak waktu untuk berinteraksi dengan orang lain, terutama warga lokal. Interaksi itulah yang membuat lo belajar kebudayaan dari tempat yang lo kunjungi. Berpergian sendiri juga pasti menambah rasa percaya diri dan kemandirian lo. Awalnya, lo mungkin merasa ga percaya diri karena bahasa inggris lo ga lancar, lo dipaksa untuk ngomong at least bahasa inggris selama lo berpergian. Dan karena lo travelling sendiri, secara otomatis lo pasti akan mandiri karena emang lo harus melakukan semuanya sendiri dan ga bergantung dengan orang lain. Berpergian sendiri juga menyediakan ruang untuk lo merenung a.k.a bengong. Mau merenungi nasib kek, bengong cuma untuk menenangkan diri kek, yang jelas ada ruang untuk lo berpikir mengenai hidup lo. No wonder kalau perjalanan seperti itu menjadi self discovery dan pelajaran berharga buat si penulis.

Jangan disamakan dengan lo atau gue yang travelling dalam waktu singkat. Banyak orang yang keliling eropa atau ASEAN cuma menclok-menclok 1 kota 2 hari atau bahkan 1 hari karena dikejar waktu. Udah gitu, nginepnya di hostel/hotel, travellingnya sama orang Indonesia, ngomongnya pake bahasa Indonesia lagi, foto-foto cuma biar bisa di posting di social media, apalagi kalau pake paket tur (mau pake tur mewah atau tur ala-ala backpacker). Mau backpackeran kek, mau mewah-mewahan kek, kalau cara travel lo kaya begitu, trust me, lo ga akan mendapatkan pelajaran apa-apa setelah lo balik ke tempat asal lo, kecuali foto-foto cantik manja buat di posting di instagram atau facebook.

6

We all need to admit that we are all tourists, mau bentuknya backpacker atau koper2an, selama perjalanan itu diurusin orang, pake tur, nginep di private room hotel/hostel, we all learn nothing. Gue pernah pergi cuma 2 hari 1 malam, bekal 1 bookingan kamar hotel bintang 4, dan jalan-jalan sama orang Indonesia. Hasilnya? Cuma dapat foto2 cantik luar negeri yang HITZ ala instagram. Dan sebaliknya, gue juga pernah berpergian lama di satu negara aja, sampe gue bisa tau budaya mereka dan belajar banyak dari situ.

 


At the end, travelling itu bagus buat lo yang emang enjoy. Walaupun lo pake tur (tur mewah ataupun tur ala-ala backpacker), at least, kalau lo emang enjoy, lo masih bisa menikmati perjalanan lo itu sendiri. Lebih bagus lagi, kalau lo arrange trip lo sendiri, tinggal di rumah orang lokal (courchsurfing) dan berinteraksi ga cuma dengan temen Indonesia lo, tapi juga dengan warga lokal. Dengan berinteraksi dengan warga lokal, lo bisa belajar kebudayaan mereka.

Kalau lo sangat suka berpergian, save it for yourself, karena yang untung juga lo sendiri bukan orang lain. Next time, do not repeat the mistakes that I have made. Try to stop urging or encouraging people to travel because you don’t know what exactly happen in their lives.

cheers!

Travel to Morocco: Budget and Itinerary

We visited Morocco in December 2015 during our winter and Christmas break. This was our first experience to travel to Africa! Morocco is located in the northern part of Africa, very close to Spain. It is separated by Gibraltar strait. We had unforgettable moments during our 8 days 7 nights stay in Morocco!

Travel in Morocco is not that expensive if you are smart enough to use your money. You need to book your flight in advance to go to Morocco especially if you plan to go in a high season. Book your hostel in advance so you can save up you money. You don’t need to book bus in advance since the price of the bus will stay the same. The most important thing is that you need to learn how to bargain in Morocco! One Moroccan told us if there is no such a “fix” price in Morocco, they only have ‘your’ price and ‘my’ price if we both agree on the price then we can continue the transaction! Furthermore, you need to be smart enough to handle scams.  You can find some tips to bargain and to handle scams in our writing:

Famous scams in Morocco and Tips to handle them

1. Budget

#Stay and Bus

Hostels in Morocco are not that expensive. We had a private room with a private bathroom inside for about 10-12 €/Person/Night. If you wish to stay in a shared room or dorms, it will go much lower. For dorms, it costs about 4-6 €/person/night depending on what kind of a room you would like to choose. We use http://www.hostelworld.com to book our hostels.

There are plenty of options to travel across Morocco. Car rental is possible if you drive on the right side (EU side). The cheapest and the most convenient way to travel across Morocco is to use Bus. We use CTM Bus as it is cheap and reliable. The most expensive trip we paid was the trip from Casablanca to Fez which was only 8.5 € one way. The CTM Bus provides plenty of routes and you can always buy the ticket or check the timetable online at www.ctm.ma

#Eating out

We had our lunch and dinner in common cafe and restaurants.

For a small portion of Tagine in a normal cafe, it costs about 5-6 €/portion, if you go to a fancy restaurant then the price will go up to 8-10 €/portion

For a portion of Harira soup, it cost about 1-2 €/portion and it costs you the same amount of money to drink coffee or mint tea in a common coffee shop.

Fruit Juice is our favourite drink during our stay in Morocco. They have very nice banana and orange juice. They serve banana juice from 100% sweet bananas and milk while orange juice are from 100% pure sweet orange! The best thing is it only costs about 0.50 – 1 €!!

#Private taxi

The most convenient way to go around the city is by taxi. For example if you arrive in Fez by bus, then you need to take a taxi to go to Fez Medina or Old town. A normal Taxi in Morocco has a meter, however, they never use meter for foreigners. That is why you need to bargain the price.

A petite taxi or a small taxi costs for about 15 – 25 MAD or 1.5 – 2.5 € to travel for about 7-10 kms. Do not pay more than 25 MAD or 2.5 € for less than 10 km distance! There is also a grand taxi, this kind of taxi is more expensive since it has more spaces for your legs. To travel for about 10 kms you need to pay 40-50 MAD or 4-5 €.

#Sahara Tour

IMG_3429

Camel Trekking at Sahara Desert

There are plenty of Sahara tour provider which you can choose in Morocco. A budget shared travel to Zagora 2 Days 1 Night Sahara Desert tour costs 50-70 € / person (departs from Marrakesh). It includes Sahara Camp, Minivan, Dinner and Breakfast during your stay in Sahara Desert Camp. You also can choose a 3 Days 2 Night budget shared travel to Merzouga. It costs for about 70-95 € / person (departs from Marrakesh). The differences of the price depends on the tour provider.

We use Andotravel.com since we can book the tour in advance and it has very good reviews in TripAdvisor. Make sure you use a reputable tour company so that you won’t have any problems during your stay on the desert. Note that the advance booking is not necessary. You can book your sahara trip in every hostel/hotel in Mrrakesh just 1 day before the trip. The tour departs everyday from Marrakesh.

See our review on Andotravel in here: Review: Andotravel Sahara Desert Tour

During your travel to the desert, there are plenty things to see, so make sure you stay awake during the journey!

See our journey to Sahara Desert and things you need to know before going to the desert here: Journey to Sahara Desert: 2 Days 1 Night Zagora Desert Tour

2. Itinerary

Overall we spent for about 400 €/ person during our stay in Morocco for 8 Days 7 Nights. Well, it is not that bad since we always had a very nice private room and food. The budget will go lower if you choose to stay in a dorm.

Download our Morocco itinerary (8 Days 7 Nights) in HERE

The best time to visit Morocco is during Spring-Autumn-Winter. Avoid to go to Morocco in the Summer since the temperature can go up to 40ºC in the afternoon. We visited Morocco during winter. The weather was nice and perfect! Most likely you will get a sunny weather with a temperature of 20-25ºC in the afternoon and 10-15ºC at night.

Maroko Itinerary

Our Suggestions

If you have plenty of time our suggestion on your travel itinerary would be:

  1. Take Sahara Tour for 3D2N since it has more things to see
  2. Visit Essaouira. It is an old city near the coast. You can go there with CTM Bus for about 3 hours.
  3. Just Skip Casablanca. We don’t really like Casablanca since it is a big city and very modern. We prefer to see something old.
  4. Try to visit Meknes. If you go to Chefchaouen from Fez, you will stop by in Meknes. We just saw the old city from the bus but it seems to be a nice place to visit

We wish you a pleasant stay in Morocco!


See our journey in Morocco:

 Famous scams in Morocco and Tips to handle them.

 

7 Alasan Kenapa Jangan Melanjutkan Sekolah Ke Luar Negeri, Kalau Kamu……

Meme Derpina (161)

Akhirnya… setelah sekian lama di kepala, kesampaian juga niat gue untuk mengeluarkan uneg-uneg gue ini dengan tulisan. Yah namanya juga anak sekolah, dibiayain negara pula, mesti kuliah dengan baik dan yang bener dong ya…hehe.

Ps: Tulisan ini ga bermaksud apapun selain untuk dibaca dengan santai hehe

Melanjutkan sekolah ke luar negeri bagi sebagian besar orang Indonesia dulunya adalah sebuah mimpi, termasuk salah satunya adalah bagi gue. Sekolah di luar negeri buat gue adalah suatu hal yang sangat mahal karena emang lo butuh banyak uang untuk bayar tuition fee yang beribu-ribu euro/dollar/pounds yang kursnya juga bikin sakit kepala kalau di rupiahin. Belum lagi biaya bulanan yang mungkin bisa menguras tabungan orang tua di bank.

Kabar baiknya adalah kuliah ke luar negeri sekarang bukanlah mimpi. Ratusan bahkan ribuan beasiswa disediakan oleh Pemerintah Indonesia dan atau negara tujuan setiap tahunnya! Dengan bekal tekat dan usaha yang kuat, atau bisa dibilang nekat… lo bisa kuliah ke luar negeri. At least, itu menurut gue. Sudah sangat banyak tulisan yang mengulas kenapa kalian HARUS berkuliah ke luar negeri dan BAGAIMANA caranya untuk bisa melanjutkan kuliah ke luar negeri, tapi apakah kalian siap dengan apa yang kalian akan hadapi nantinya? Banyak sekali tulisan yang mengiming-imingi indahnya sekolah di luar negeri (plus jalan-jalan) secara gratis dengan menggunakan beasiswa,  namun sangat sedikit sekali tulisan yang mengulas ‘ga enaknya’ sekolah di luar negeri. Menurut gue, situasi ini agak sedikit ga adil (dan bahkan ga real) karena lo hanya memperlihatkan kesenangan lo selama di luar negeri tanpa memperlihatkan susahnya ketika lo menjalani hidup lo di negara orang. Silahkan judge gue sebagai orang yang kurang bersyukur, tapi gue hanya memberikan fakta supaya lo berpikir ulang sebelum memutuskan untuk melanjutkan studi ke luar negeri.

7 alasan di bawah ini wajib banget lo pikirkan dengan matang sebelum lo memutuskan untuk melanjutkan studi ke luar negeri

#Alasan 1: Perbedaan cuaca yang super ekstrim

Tinggal di Belanda membuat gue sangat bersyukur gue lahir dan besar di Indonesia. Sebelumnya gue selalu mengutuk Jakarta dengan panasnya dan polusinya yang gila! Sekarang? gue merasakan betapa ga enaknya tinggal di daerah subtropis. Gimana ngga? di Indonesia iklimnya hangat dan bersahabat. Di Belanda? Even dutch told me “welcome to the Netherlands, when the weather here just to annoy you!”, itu kata warlok aka warga lokal sini lhoo. Gimana nggak?! Gue pernah mengalami 4 cuaca dalam 1 hari – cerah, mendung, hujan, salju lalu cerah lagi. Buat orang tropis, seperti gue dan kebanyakan orang Indonesia lainnya, kalau liat salju seneng dan noraknya minta ampun! Pertama kali gue liat salju turun, refleks gue ngangain mulut ke langit terus makan saljunya. Tapi percayalah, kalo sebulan penuh lo liat salju terus, KELAR idup lo. Capek! Mau ke supermarket jarak 5 meter aja harus pake baju super tebel. Itu juga masih bagus kalau lo bisa lihat salju, lah di Belanda? Gue Cuma dapat ANGIN doang sama es… hampir setiap hari mendung, kelam, kelabu, sendu, galau….apalagi buat yang jomblo atau LDR. ABIS idup lo. Hahaha. Jalanan beku, kalau naik sepeda mesti hati-hati, kalo ga, tabrakan terus jatuh. HUJAN ES itu super sakit kalo kena dimuka. Pernah suatu hari gue pulang sekolah cuaca cerah, tiba-tiba di tengah jalan hujan es dan sakit banget kena kepala dan muka. Bayangin aja es serut yang dijual sama tukang es teler nimpa di muka lo dengan kecepatan angin sekian km/h. KELAR.

“welcome to the Netherlands, when the weather here just to annoy you!”

IMG_4970.JPG

#Alasan 2: Perbedaan budaya yang ekstrim

Well, ga cuma cuaca yang ekstrim. Ketika lo memutuskan untuk sekolah ke luar negeri, berarti lo juga sudah harus siap untuk menghadapi berbagai macam orang dengan bermacam latar belakang dan budaya. Beruntung buat lo yang bisa tinggal private room dengan shared kitchen dan toilet yang memadai, misalnya 3-5 kamar dalam 1 rumah. Seenggaknya, lo bisa saling mengenal housemate lo dengan baik. Lebih beruntung lagi kalau lo bisa tinggal di private apartment yang punya dapur dan kamar mandi di dalam. AMAN SEJAHTERA hidup lo. Lah tapi kalau lo harus tinggal di student housing yang menyediakan 1 kamar dengan 3 kasur didalamnya dan jumlah shared toilet yang sangat terbatas, bisa 1:15 (yang artinya 1 toilet buat ber-15 orang). Belum lagi lo ga tau siapa house/room mate lo dan seperti apa budaya mereka. Ada yang suka party tiap hari sehingga mengganggu waktu belajar lo, ada yang suka masak tapi ga pernah bersihin dapur, ada yang jorok banget pas make toilet, ada yang suka pake barang lo sembarangan, dan lain lain (silahkan komen dan tambahkan hehe)… dengan segala kemungkinan terburuk yang gue sebutkan itu, apakah lo siap?

1fe35c9335badb412c407c18ed15057eee98fbb691b111dcaefed3d54b6d32dc

“Ada yang suka party tiap hari sehingga mengganggu waktu belajar lo, ada yang suka masak tapi ga pernah bersihin dapur, ada yang jorok banget pas make toilet, ada yang suka pake barang lo sembarangan, dan lain lain (silahkan komen dan tambahkan hehe)… dengan segala kemungkinan terburuk yang gue sebutkan itu, apakah lo siap?”

#Alasan 3: Hal yang paling ngangenin adalah makanan Indonesia

Well, mungkin hal ini agak ga berlaku buat gue, karena di Belanda, gue bisa menemukan hampir semua bumbu dan bahan makanan untuk membuat masakan Indonesia. Bahkan kalau lo males masak, banyak banget restoran cina atau Indonesia yang cukup murah untuk sesekali eating out. Tapi kalau lo kuliah di negara yang ada di eropa timur seperti Polandia? Atau eropa utara seperti di Scandinavia? Pasti lo mengalami gejala kangen dengan masakan dan bumbu Indonesia….apalagi kalau lagi musim dingin, paling enak kan nyeruput bakso anget-anget pakai teh botol sosro…

10729183_963833056966917_62441079_n.jpg

#Alasan 4: Males masak? Cuma ada 2 opsi: lo anak konglomerat atau lo mau mati kelaperan

Sebelum gue kuliah di Belanda sebenernya gue juga sekolah di kota yang berbeda dengan orang tua gue. Walaupun sama-sama jadi anak kos, waktu gue kuliah S1, gue ga pernah masak! Tinggal ngesot ke warteg dan menggenggam uang 7000 rupiah, gue bisa dapat ayam, nasi, dan sayur, ngapain gue masak? repot amat mending tidur kan (emang dasar anaknya pemalas). Lah di luar negeri? lo diwajibkan untuk masak buat makan! Yah kecuali lo anak konglomerat super kaya yang bisa eating out paling murah 5 Eur/porsi. Sekedar perbandingan, 5 eur itu gue bisa beli dada ayam fillet 1kg. Daging ayam fillet 1 kg itu bisa buat gue makan kira-kira 4 hari lah, berarti 12 kali makan. NAH LO….masih yakin gak mau masak ?

7a603-dscf23142b1280x853.jpg

“Di saat seperti itu, kadang-kadang gue sangat merindukan masa-masa di pagi hari gue laper tinggal keluar rumah beli bubur ayam atau lontong kari di pinggir jalan…..”

#Alasan 5: Belajar adalah makanan sehari – hari

Banyak temen gue bilang “kok lo jalan-jalan terus sih”, “kok lo keliling2 terus sih”. Oh my God, gue tuh cuma jalan-jalan pas lagi winter break selama 2 minggu dan spring break selama 1 minggu. Berarti itu cuma 3 minggu dari 5 bulan hidup gue di Belanda. Sisanya? emang lo tau gue ngapain ? ada temen gue bilang “Kuliah di luar negeri itu adalah ketika mengeluh aja ga ada waktu!” well, gue sangat setuju dengan hal itu, karena mau mengeluh dan nangis biar satu dunia tau pun ga akan berguna. Di tempat gue kuliah, ga ada bedanya mau itu minggu ujian atau minggu biasa. Kalau minggu biasa weekly assignment-nya super banyak baik individu maupun kelompok, kalau minggu ujian ya belajar buat ujian. Sekarang, masih mau bilang gue jalan-jalan terus?

“Kuliah di luar negeri itu adalah ketika mengeluh aja ga ada waktu”

1412681421482_wps_12_Skeleton_at_desk_with_cob.jpg

#Alasan 6: Kuliah di luar negeri itu capek bro, apalagi kalo gratisan dibiayain negara

Gue kuliah di Belanda emang dibiayain pemerintah Indonesia, makanya gue gamau dong menyia-nyiakan uang dari rakyat ini.. kalau sampe gue ga lulus, gue berarti ga bisa mempertanggung-jawabkan hasil kuliah gue kepada rakyat (istilahnya begitu lah ya). At least itu buat gue. Setiap hari beban mental, “duh gimana nih kalo gue ga lulus 2 tahun?”, “gimana kalo gue harus retake course?”,”gimana kalo gue harus retake year padahal pemerintah cuman bisa bayarin kuliah sesuai dengan masa studi” selalu ada! Jadi kalo lo berencana mengambil beasiswa uang negara, lo harus siap dong untuk sekolah dengan baik, dan lo harus siap dengan ‘beban mental’ tadi.

f7ece1b2e0f19964c7c7c6daf711edaf

#Alasan 7: Beban pertanyaan: abis kuliah emang mau jadi apa/mau ngapain?

Nah sebelum lo berangkat emang sebaiknya udah tau mau jadi apa dan arahnya kemana setelah selesai sekolah. Jangan Cuma karena seleksi beasiswa lo asal nyeplos aja “saya mau jadi dosen”, “saya mau jadi menteri yang membangun Indonesia blablabla” eh pas lagi tahun terakhir kuliah ngerjain thesis mikir lagi “gue abis gini ngapain ya?” lah lo kuliah emang tadinya buat apa ? buat ngapain ? yaelah bro, kalo cuma ngejeplak doang di depan tim wawancara sih emang gampang, semua orang juga bisa, tapi yang rugi siapa kalau ga tau mau jadi apa setelah lulus kuliah ? lo lagi lo lagi kan ?

63915253.jpg


Well, at the end, gue sangat menyarankan kalian untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri dengan menggunakan program beasiswa! Gue yakin setelah kalian berpikir matang dan siap menghadapi 7 kemungkinan terburuk yang gue sebut diatas, kalian akan menjadi pribadi yang (seenggaknya sedikit) lebih mencintai tanah air (ceileeeeeh).

Tanya Kenapaaaa (lagi)? seorang warga negara Indonesia yang menikah dengan warga negara Belanda dan tinggal disini selama bertahun-tahun berkata:

A: “lo lihat rumah bagus atau jelek dari mana?”

Gue: “dari luar”

A: “ makanya lo harus pergi jauh buat melihat negeri lo sendiri, bobroknya Indonesia dan bagusnya Indonesia sangat berasa ketika lo melihat dari jauh, bukan dari dalam”

Dan hal itu memang benar adanya. Dengan lo berada jauh dari Indonesia, lo bisa melihat tingkah lucu orang-orang Indonesia, baik itu yang berpendidikan ataupun tidak. Kadang-kadang mereka suka melawak. Gue merasakan hal itu sendiri saat berlangsungnya conference di Paris (COP21) yang membahas climate change, dan percayalah, kalau lo emang mengikuti perkembangan berita climate change, lo akan takut dengan masa depan bumi ini selama 20-50 tahun kedepan. Saat itu, ada sebuah situs yang menganalisa “negara mana yang membicarakan COP21 secara online”. Situs ini menampilkan peta dunia dimana ada titik-titik yang menunjukkan jumlah orang yang berbincang tentang #climatechange atau #COP21 atau kata kunci lainnya, and guess what? tidak ada titik yang ada di Indonesia. Di saat dunia meributkan dengan bagaimana caranya supaya suhu bumi ga naik 2 derajat celcius, di Indonesia masih sibuk ngurusin menolak untuk membeli kantong plastik yang cuma Rp 200,00.

“Di saat dunia meributkan dengan bagaimana caranya supaya suhu bumi ga naik 2 derajat celcius, di Indonesia masih sibuk ngurusin menolak untuk membeli kantong plastik yang cuma Rp 200,00.”

Sebuah ironi yang hanya akan terlihat kalau kamu berada jauh dari Indonesia….

Pesan gue, siapkanlah diri lo sebaik mungkin sebelum memutuskan melanjutkan studi ke luar negeri. Terutama, untuk 7 kemungkinan diatas yang akan lo hadapi. Mungkin lo akan melihat hal itu adalah sebuah hal yang sepele dan bisa dipikirin nanti… tapi percayalah… hal itu akan mulai terasa ketika lo memulai kehidupan lo jauh dari rumah dan zona nyaman lo.

“Jangan kuliah ke luar negeri, kalau kamu belum siap untuk 7 kemungkinan terburuk (atau mungkin lebih) yang akan kamu hadapi nantinya”

Satu pesan yang paling penting buat lo yang sedang melanjutkan atau yang sedang akan merencanakan studi di luar negeri adalah: Jangan lupa untuk .. Kembali .. untuk Indonesia ya!

Kami pergi untuk kembali – LPDP, PK35

11849890_102556006764636_2099974228_n.jpg

a review: Andotravel Sahara Desert Tour

Find our Sahara Desert Journey and Several Tips before you go here:

A Journey to Sahara Desert: 2D1N Zagora Desert tour

we use Andotravel.com for our trip to Sahara desert (2Days 1Night to Zagora). we found that Andotravel has a very nice and excellent service! we totally recommend their service for you.  We were really satisfied with their service because of the following reasons:

  1. on time pick up at the airport. when you booked sahara tour in andotravel.com you will get a complimentary airport pick up service. just provide your full name and your flight/hostel detail. they will pick you up at the airport and drive you to the hostel.
  2. SUPER NICE Driver! we would say that a very nice drive is very important! since you will spend the whole journey with him. on Day 1, we had a very nice guy who speaks a little English but we are sure that he is a very good man. We had a terrible experience on the road in High Atlas mountains. since my wife (Tyas) has not had a full breakfast and the road has so many turns, she got sick on the road. The driver took some stops because she couldn’t stand of the turns. on Day 2, my wife wasn’t so luck. she got slipped and twisted on her ankle. Our driver quickly helped her and tried to find ice to compress her ankle. He was a caring and loving guy to his customers. even he was willing to drive to the nearest hospital if she wasn’t feeling so well, but luckily she was okay. not only her ankle, her eyes also got irritated because of the dust in the car. so we had to make another stop to the drug store to find suitable medicine for her eyes and her ankle. I am sorry to tell you such a long story, but I think it is a nice thing to know that a super nice driver is very important in your sahara tour.
  3. On schedule Trip. it is also important to have an on schedule trip. since you need to be on the desert before dark, preferably is before sunset so that you can see a beautiful sunset on the desert, the trip from Marrakesh to Zagora needs to be very on time.
  4. the driver drives you home (hotel).  make sure you have a hotel booking after your trip from Sahara desert. book a hotel/hostel outside the Medina, preferable in the new town so that the driver can drive you to the hostel directly. If your hostel is in the Medina, your driver will drive you to the nearest point reachable with car then you need to walk to your hostel.

if you are satisfied with the service from your driver, don’t forget to give him some tips in the range between 50-100 MAD, of course if you want to give him more is better 🙂

 

Journey to Sahara Desert: 2 Days 1 Night Zagora Desert Tour

When you decided to travel to Morocco, one thing that you must do is to go to Sahara Desert and experience to live in a tent in the middle of Sahara, eat traditional Moroccan food and enjoy local music played by locals.

1. How to go to Sahara Desert

You can go to Sahara desert depending on how much time and budget you have.

  1. By your own. There is a local bus (ctm bus) goes from Marrakesh to Ourzazate / Zagora, or to Merzouga. if you have limited budget yet plenty of time,  We suggest you to go by your own with bus. If you have some money and driving license, We believe, the most convenient way to travel there is to drive by yourself. You can spent couple of days in Ourzazate to enjoy small yet beautiful city. Then you can continue your journey to Sahara desert which you can choose between Zagora or Merzouga. Zagora desert is closer than Merzouga, so it really depends on how much time you have. once you arrived in Zagora/Merzouga, there are many camel/camp providers which you can use. don’t forget to always bargain the price!
  2. Private tour. there are many tour providers which offer a private tour to Zagora/Merzouga. If you have some money yet limited time, We suggest you to take this trip, especially when you really want to travel in a small group of your own.
  3. Group Tour. This type of tour was the most suitable for us since we had limited budget and time to spent. The typical group is between 6-12 people. the range of the price is between 50-70 for 2 Days 1 Night travel from Marrakesh to Zagora.

2. How to Book Sahara tour

  1. Website. We always make a booking in advance for everything since we travel in a limited time. there are couple of tour operators website which you can choose and book sahara desert tour online. Usually, if you book the tour online, you get a complimentary pick-up in the airport. However, based on our researches in the internet, you need to be very careful in choosing tour operator. We saw bad reviews on some tours which you really want to avoid! We suggest you to do your own research before making any bookings. We booked our tour in Andotravel.com since we heard a very pleasant experience from a friend which tried their service. and their service are really awesome!  read our review of Ando Travel here.
  2. On the Spot. SAHARA Tour departs EVERYDAY from Marrakesh! so, you don’t need to be afraid if you decided to travel to Sahara once you arrive in Marrakesh. You can always ask in your hostel/hotel if they can connect you with tour operator. Usually some hostels provide many kind of tours including Sahara tour. or, you can simply walk to the Medina and find the tour operator by yourself! don’t forget to compare the price.

3. Sahara Tour: 2D1N (Group Tour)

#Day 1 – Marrakesh to Ourzazate & Zagora

  • The tour starts from your hostel on 7 am. The tour operator will pick you up at your hostel on 7 am. Make sure you have had your breakfast before you go.
  • You will travel in a group using a minivan car. We travel in a group of 8 including 2 of us. So, we think it’s not really a big group, besides we had a very nice group along the journey
  • you will pass a High Atlas Mountain and stops in some points to take pictures!
  • you will have your lunch in Ourzazate, if you have time (it really depends on how many stops you make because you need to be on the Desert before dark), you can go inside Ourzazate. You need to pay lunch by yourself (lunch is not included in the tour)
  • around 5pm you will arrive in Zagora and start your camel trekking to the camp
IMG_3497

view along the way to Zagora

IMG_2782 (2)

road to Zagora from Ourzazate

IMG_3306

Ourzazate

IMG_2741

Ourzazate

#Day 1 – Night in the Camp

  • after you arrived in the camp, you will get a private tent for yourself/your own group. If you travel with in a group of 3 people, then you’ll get a private tent for 3 people too!
  • you will get traditional moroccan dinner. First, you will get moroccan mint tea as a warm greetings from the camp. Then, Harira soup (tomato soup) will be served as your appetizer. After that, the main course will be served. the main course for dinner is chicken tagine! and you will have fresh fruits for your dessert.
  • After we had our dinner, we can sit on the circle with a bon fire. The camp crews will present some traditional musics with traditional instrument. It was such an amazing experience for us, because we had a chance to sit and enjoy a beautiful starry night with moroccan music in the middle of Sahara desert!
IMG_2882

Desert Camp

IMG_2866

Bonfire with moroccan music

IMG_2846

Group Dinner with Chicken Tagine

 

#Day 2 – Zagora & Ait Ben Haddou to Marrakesh

  • in the morning, you have to wake up early! because you can’t miss the sunrise on the desert! the camp will serve you breakfast.
  • you will ride the camel back to the car and continue your journey to Ait Ben Haddou
  • we had lunch in a very nice restaurant with Ait Ben Haddou kasbah as our view! our driver give us 2 hours if we wanted to go to Kasbah. but all of people in our group do not really want to go, so we decidd to go back to Marrakesh. So, it really depends on you, if you want to got to the Kasbah, you need to hire a guide to go there.
IMG_2899

Sunrise from the camp

IMG_3429

camel trekking at sahara desert

IMG_2985

Kasbah Ait Ben Haddou

 

4. Tips

  • The road from Marrakesh to Ourzazate has so many turns. We really suggest you to have your full breakfast before you go to avoid getting sick on the road. or, you can take your sleeping pills with you (but this is the worst case scenario because if you sleep, you will miss plenty of beautiful things!)
  • Always go to the toilet whenever the van stops. this is to avoid making many stops to go to the toilet
  • Bring you winter jacket and shoes please! we underestimated the weather in Morocco. We went there on winter, the weather was okay, it was sunny all the time yet on the desert, it was not okay any more! it was so freezing at night, we thought the temperature was at 0 Celsius. It was colder than winter in the Netherlands. So please bring your proper jacket and shoes!
  • Bring your snacks. during our trip, we can’t really make stops anywhere we want. we had small stops for about 10-15 minutes for 3 times and 1 long stop for lunch. In order to stay up and avoid getting hungry, just bring your personal snacks. we brought some bread and meat to eat in the car.
  • Bring you water always. before you reach the desert, you will have 1 stop to buy water. because the camp do not provide you plenty of water to drink. It’s SAHARA.